Cerita Surya di Tempat Kami : 500 WP OFF-GRID Home Solar Power System

d12Di tulisan sebelumnya, Saya bercerita mengenai sistem ON-GRID Home Solar Power System yang kebetulan terpasang di Kantor Rumah Surya. Sistem ON-GRID dapat disambungkan langsung dengan PLN dan akan mengkalkulasi pengurangan daya listrik harian yang dikonsumsi dari PLN hingga kemudian akan secara langsung mengurangi tagihan listirk. Pada sistem ini tidak terdapat tempat penyimpanan daya / baterai sehingga hanya dapat berfungsi saat terjadi konversi energi dari matahari saja, yaitu di siang hari. Pada kesempatan ini, Saya akan bercerita mengenai sistem yang lainnya , yaitu OFF-GRID Home Solar Power System dengan baterai sebagai tempat penyimpanan daya, di mana selanjutnya daya diambil dari baterai tersebut.

Untuk mereview kembali ketiga tipe instalasi yang umum, yaitu OFF-GRID, ON-GRID dan kombinasi (ON-GRID dengan Backup) silahkan baca tulisan di link ini. Jika ditanya mana yang paling bagus, Saya tidak bisa menjawab karena pemilihannya murni karena kebutuhan. Jadi pertanyaannya adalah mana yang paling tepat guna ?

Ciri utama dari sistem instalasi OFF-GRID adalah tersedianya baterai sebagai penampungan daya energi surya yang kita dapatkan dari Home Solar Power System sebelum kemudian dihubungkan dengan beban elektronik. Dengan adanya baterai sebagai media penyimpanan, sistem ini dapat digunakan di tempat yang tidak terjangkau oleh PLN. Sebagai contoh yang sering kita temui adalah Lampu Penerangan Jalan dari Energi Surya dan portable solar system yang sering dipakai sebagai bekal listrik untuk perjalanan ke daerah terpencil.

Background, Tujuan & Target

500WP Off grid Home Solar Power System ada di rumah Kami jauh sebelum Saya menulis tulisan mengenai energi ini, yaitu di tahun 2014 (seingat Saya sih bulan agustus juga jadi exactly 3 years a go). Saat itu tujuannya memang buka semata-mata mengurangi tagihan listrik (justru sejak awal Kami sudah tau bahwa invetasinya akan besar di awal dan payout time nya tidak sebentar), melainkan ketertarikan kami terhadap Solar Cell (dari sisi yang berbeda : Suami Saya tertarik di bagian sistem, peralatan dan teknologi nya ; Sedangkan Saya tertarik dengan latar belakang pemanfaatan renewable energy, dalam rangka supporting sustainable energy).

Target Kami saat itu adalah mampu mengcover kebutuhan listrik di rumah kami pada malam hari (dan setelah dilakukan bermacam perhitungan, Budget Kami hanya cukup untuk separuh dari kebutuhan listrik di malam hari, yaitu di lantai 2 saja). Kebutuhan di lantai 2 tersebut diantaranya adalah : beberapa lampu LED 5 watt, exhaust fan, pompa air kecil, TV dan asesorisnya (modem, router) serta ceilling fan dengan total penggunaah kira-kira hampir mencapai 300 Watt.

Install, Set & Monitor

Dengan modal semangat (dan duit pastinya), 3 tahun yang lalu Kami keliling salah satu pusat toko elektrik di Glodok, Kami berbelanja peralatan sendiri dan bahkan iseng belanja PV panel nya dari China lewat Ebay tergoda harga murah (terus kemudian tambah shipping, tax, bea dkk akhirnya hampir mirip juga harganya hahahahaha).

Setelah itu untuk memulainya, belajar secara otodidak, terutama Suami Saya yang rajin sekali belajar dari youtube. Tiba saatnya untuk menginstall, bagi saya itu kompleks , tapi bagi suami : Gancil ! benar saja, setelah semua barang terkumpul, Suami saya (hanya ditemani satpam komplek) pagi-pagi sudah manjat ke atas atap, masang panel surya dan sore hari saya pulang kantor … Jreng jreng ..jejeran panel surya sudah duduk manis di atas atap beserta segala peralatnnya di ruang kerja suami. Wow.

Hari-hari berikutnya, suami saya kemudian sibuk dengan aktiftas monitoring dan optimasi sistem (sempat beberapa kali gonta-ganti komponen , biar lebih mantap katanya).

Pada sistem Off-Grid, proses penyerapan dan konversi energi surya sama persis dengan sistem On-Grid, yang berbeda adalah setelah ditangkap oleh panel surya kemudia n disimpan terlebih dahulu pada baterai untuk kemudian di gunakan (baik di siang hari maupun malah hari tergantung kebutuhan).

Some Considerations …

Beberapa hal yang perlu dipertimbankan ssaat melakukan instalasi kira-kira sama dengan ON-Grid system (baca di tulisan pada link ini), hanya saja ada beberapa kalkulasi tambahan yang perlu kita fikirkan :

  • Baterai performance. Untuk memperpanjang lifetime dari baterai, sebaiknya disisakan tidak kurang dari 50% (jangan dibiarkan tersedot hingga kosong)
  • Pemilihan Solar Charge Controller & Off Grid Inverter sangat penting untuk optimasi penyerapan panel surya dan juga memastikan performance pengisian paterai.

Apa Saja yang dipasang ?

Secara sederhana, berikut adalah komponen utama nya :

2. Offgrid

Ilustrasi Rangkaian Peralatan OFF Grid Home Solar Power System

  1. 5 unit Panel Surya Monocystalline 100 WP . Komponen utama yang menangkap sinar matahari nya.
  2. Inverter OFF-GRID. Tugas utamanya adalah merubah DC Power dari panel surya menjadi AC Power.
  3. Solar Charge Controller. Untuk optimasi proses pengisian baterai.
  4. Deep Cycle Baterai 12V100AH, 4 ea (total = 4800 VAH atau setara dengan 4.8 Kwh), untuk menjaga lifetime baterai, maka pada rangkaian ini Saya hanya dapat menggunakan daya tersimpan sebesar 2.4 Kwh atau 50% nya saja.
  5. Alat penunjang lainnya seperti : PV cable, PV connector, electrical safety devices, fuse, breaker, surge protection device, grounding system dan remote monitoring system
  6. PV mounting di atas atap

Apa Benefit nya ?

Jika berbicara benefit, maka yang pertama dicaritahu adalah seberapa untung sih memasang sistem ini di rumah ? berikut kira-kira perhitungannya :

Di rumah Saya Ada 500 Wp panel surya , rata-rata dalam sehari dapat memanen daya 1700-2000 Watt hour (1.7-2 Kwh). Di mana daya tersebut di simpan di dalam baterai (yang sebelumnya juga sudah terisi sejumlah daya). Kami menjaga agar tidak menyisakan daya di dalam baerai < 50% (lifetime purpose), sehingga daya yang boleh diambil adalah sebesar 2.4 Kwh saja. Lho tapi kan yang dihasilkan ga sampai segitu ? ya berarti yang kita sedot adalah sebesar yang kita hasilkan saja hehehe (ingat : pastikan selalu di baterai ada yang tersisa sebesar 50% , jadi sesuaikan antara berapa yang akan disisakan, berapa yang didapat hingga sore dan berapa yang kita gunakan. Biasanya ada set alarm nya untuk menghindari penggunaan baterai yang berlebih).

Jadi dasar perhitungan kita adalah sebagi berikut ya :

  • Dalam sehari anggap daya yang dihasilkan (dan kita gunakan) sebesar 2Kwh
  • Harga listrik Rp 1467.28, asumsi kenaikan listrik setiap 2 tahun saja (Sebesar 10%)
  • Penghematan per bulan berarti = Rp 1467.28 x 2 Kwh x 30 hari = Rp 88036
  • Dalam 1 tahun ada 356 hari
  • Harga instalasi standard untuk spesifikasi serupa = Rp 22.000.000 (Silahkan hubungi Saya langsung untuk mendapatkan harga yang lebih ekonomis , hehehehe numpang promo lagi)

Untitled-1

Kok kecil penghematannya ? hmmm lebih lama lagi ya dari yang ON-GRID Payback time* nya ? Betul sekali, memang itu yang sering dipertanyakan .. tapi ingat kembali lagi ke tujuan awal instalasi sebaiknya ditetapkan bukan semata-mata untuk menghemat biaya, namun lebih tepatnya menghemat Daya konvensional (supply dari PLN). Daya yang berkurang ini bisa didistribusikan ke daerah lain untuk pemerataan elektrifikasi Indonesia, hebat kan kalau sudah berpartisipasi ?

*Secara umum, semakin tinggi kapasitas yang dipasang maka harga instalasi per WP nya juga semakin murah sehingga payback time nya tidak akan sepanjang ini pula

Sebagai contoh juga, saat ini beberapa daerah yang jauh dari jangkauan PLN sedang dicanangkan program 300wp untuk masing-masing rumah, Berfungsi ? jelas sekali bagi mereka yang hanya membutuhkan lampu untuk belajar anak-anak dan TV untuk media informasi & hiburan. Saya juga mau menginagatkan kembali betapa 300 watt sangat berarti bagi mereka yang hidup jauh dari jangkauan listrik, mungkin terkadang kita lupa itu.

Ada benefit lain ? oh tentu saja … pernah merasakan mati gaya karena mati lampu ber-jam-jam ? hehehe .. Dengan sistem OFF Grid ini, Saya tidak pernah lagi takut mati lampu apalagi kalau malam-malam, rumah Kami nyala terang diantara gelapnya komplek perumahan Kami daaan yang paling penting : Silent (ngerti kan maksudnya ? pernah denger suara genset saat nyala ?)

Akhir dari tulisan, seperti biasa .. Saya ingin menyebarkan motivasi dan semangat Sustainable Energi baik melalui pemanfaatan Energi Terbarukan, Maupun dengan melakukan Teknik Konservasi Energi (Atau bahkan keduanya). Mengapa ? Karena keberlangsungan energi generasi berikutnya juga bergantung pada lifestyle Kita saat ini.

4. new

Semoga tulisan ini bermanfaat dan memberikan motivasi (bukan malah bikin kapok ya hehehehe)

Kalau Saya bisa, kenapa Kalian tidak ?

Salam,

Annisa Sekar Palupi

Day 12 Writing : #15HariCeritaEnergi

Silahkan membuka informasi mengenai Energi Terbarukan & Konsevasi Energi di Indonesia di http://www.esdm.go.id

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s