Mini Research Konsumsi Listrik di Rumah (Part 3) : Energi Terbarukan di Rumah, Why Not ?

Hari ini Saya akan melanjutkan lagi lengkapi langkah konservasi energi yang sebelumnya sudah saya tulis :

Di rumah Saya, konsumsi penggunaan listrik adalah 36.64 kWh, yaitu setara dengan Rp 53.762 per hari nya (angka ini sebenarnya agak overestimated karena beberapa penyederhanaan saat mini research tersebut, silahkan baca tulisan sebelumnya). Dari 36.64 kWh yang digunakan setiap harinya, jika mengikuti gerakan potong 10% yang diusung oleh Pemerintah Indonesia, target berkurangnya penggunaan energi di rumah adalah sebesar 3.664 kWh.

POTONG-10Dari analisa kemungkinan pengurangan konsumsi daya, beberapa hal bisa dilakukukan, yang paling berarti adalah kemungkinan untuk mengganti AC di rumah menjadi AC inverter dengan teknologi yang hemat-daya dan dapat mengurangi daya hingga 2.4 Kwh per harinya. Kemungkinan lain adalah gerakan mencabut dan mematikan peralatan listrik yang tidak terpakai, dan mengatur aktivitas mencuci dengan menggunakan mesin cuci (yang diikuti juga pengurangan daya pemakaian mesin cuci dan pompa air). Tercapai ? Pasti bisa asalkan konsisten dan diiringi dengan teknik hemat energi lainnya.

Untuk melengkapi langkah tersebut, potensi berikutnya selain memotong konsumsi listrik (hemat energi) tentu saja membuka akses energi terbarukan di rumah Kita. Apakah mungkin ? Tentu saja. Jauh sebelum Saya menulis tulisan-tulisan ini (sejak tahun 2014), Kami memasang 500 WP Home Solar Power System di rumah, bukan jumlah yang besar namun sangat bernilai bagi Kami. Home Solar Power System di rumah kami berhasil mengurangi penggunaan daya dari PLN Dan tentu saja mengurangi sedikit Electricity Bill bulanan rumah Kami.

Mau mempertimbangkan Renewable Energy di rumah ? Coba pertimbangkan hal-hal berikut ini :

target1. Setting Target & Ekspektasi. Apakah menginstall untuk menggantikan seluruh kebutuhan listrik di rumah ? atau hanya sebagian (misalkan hanya untuk penerangan saja, atau menghidupi bagian taman saja atau mungkin seperti Saya : hanya untuk kebutuhan di malam hari saja). Hitung juga berapa Kwh kebutuhan harian yang diharapkan dapat dibangkitkan dari energi terbarukan yang kita install di rumah. Target yang saya maksud di atas adalah teknikal & operasional ya, bukan “Mengapa saya install renewable energy di rumah saya ?” karena ada banyak pertimbangan untuk menjawab pertanyaan tersebut, silahkan check di tulisan sebelumnya.

llsystem2. Pilih Kemungkinan Renewable Energy yang Dapat Diutilisasi di Rumah Kita

Berbagai Energi terbarukan memiliki potensi di Indonesia, yang paling mungkin dan coomon baik di Indonesia maupun di Negara lain adalah :

  1. Small solar electric systems
  2. Small wind electric systems
  3. Microhydropower systems
  4. Small hybrid electric systems (solar and wind).

Memanfaatkan Renewable Energy berarti memanfaatkan potensi alam (matahari, angin, dan air) sebagai sumber energinya, jadi parameter paling pertama yang menjadi bahan pertimbangan Kita adalah Ketersediaan akses terhadap natural resources tersebut.

Energi matahari (cenderung lebih universal dan accessible di seluruh lokasi Indonesia (dengan berbagai pertimbangan untuk optimasi hasil panen energi) dan keberadaannya bisa dikatakan konstan sepanjang tahun. Hanya saja energi matahari dapat kita panen di siang hari saja (antara jam 6 pagi – 6 sore).

Energi angin sebenarnya juga berpotensi di hampir seluruh wilayah Indonesia, dan dapat dipanen pagi – siang – malam selama ada pergerakan angin (dengan spesifikasi minimal tentunya). Jika bicara skala rumah, jangan bayangkan massive wind turbine milik Dong energy, Gamessa atau Vestas. Wind turbine yang digunakan adalah small scale wind turbine dengan kapasitas tidak lebih dari 500 watt / unit. Kelemahan wind turbin untuk skala rumahan adalah tantangan untuk mendapatkan kecepatan angin dan turbulansi yang lebih tinggi dari wilayah sekitar, harus diberikan ketinggian agak tidak pula terhalang pohon, secara umum 10 m lebih tinggi dari sekitarnya (Solar Electricity Handbook, 2017). Mengingat lokasi perumahan di Indonesia banyak yang padat penduduk dan banyak pohon mangga menjulang tinggi di depan halamannya, maka wind turbine tidak commonly used di Indonesia (kecuali untuk rumah di daerah lapang di pinggir pantai atau atas bukit, ini sangat memungkinkan lhoh). Jika pun memungkinkan. akan lebih baik jika dikombinasikan dengan Solar Energy, yaitu menjadi Solar & Wind Hybird Electric System.

wind n solar

Contoh Penggunaan Solar & Wind Electric System yang Sederhana dengan Kapasitas Kecil untuk di Rumah (gambar dari http://www.windenergy7.com)

Bagaimana dengan mikrohidro ? tentu saja kita membutuhkan arus air dengan spesifikasi tertentu untuk mendapatkan energi ini, bagi mereka yang tinggal di tepi sumber air mengalir ini memungkinkan, tapi lagi-lagi kebanyakan perumahan padat penduduk di Indonesia justru menjauhi sungai dan jikapun dekat justru biasanya aksesnya terbatas (untuk menghindari banjir).

Dari berbagai kemungkinan di atas, energi yang lebih mudah akses nya adalah matahari. That is exactly the reason why I choose Home Solar Power System for Renewable Energy.

Home Solar Power System, mulai dari mana ?

Saya pernah membahas tentang proses bagaimana matahari menghantarkan energinya ke bumi, termasuk bagaimana para photon diserap oleh komponen utama dari panel surya (Silikon). Baca lagi di sini.

Setelah memilih Solar Energy, langkah selanjutnya adalah memilih sistem instalasi nya (yang nantinya juga berhubungan langsung dengan bagaimana kita memanfaatkan hasil panennya). Berikut adalah sistem yang dapat diaplikasikan (beserta penjelasan singkatnya)

  • Stand Alone / OFF GRID

Ciri utama dari sistem instalasi Off Grid adalah tersedianya baterai sebagai penampungan daya energi surya yang kita dapatkan dari Home Solar Power System sebelum kemudian dihubungkan dengan beban elektronik. Dengan adanya baterai sebagai media penyimpanan, sistem ini dapat digunakan di tempat yang tidak terjangkau oleh PLN.

2. Offgrid

  • Grid Tie / ON GRID

Pada sistem ini, Instalasi panel surya langsung dihubungkan dengan sistem kelistrikan yang ada dirumah. Dalam aplikasinya, ketika sistem ini terhubung dengan PLN (meteran tenaga surya), akan terjadi perhitungan pengurangan konsumsi daya. Pengurangan konsumsi Daya berarti mengurangi tagihan pemakaian Daya PLN, dengan kata lain akan secara langsung mengurangi tagihan listrik bulanan rumah . Sistem ini langsung dan tidak memiliki komponen penyimpanan daya (baterai) sehingga hanya dapat digunakan siang hari (ketika ada akses terhadap matahari). Biasanya sistem ON Grid digunakan untuk perumahan di Kota besar, di mana Home Solar Power System digunakan untuk mendukung supply daya dari PLN di rumah.

3. on grid

  • Grid Tie dengan Backup

Sistem ini merupakan sistem yang sangat lengkap, yaitu perpaduan antara ON Grid dan OFF Grid. Daya yang ditampung oleh panel surya disimpan dalam Battery Bank untuk kemudian dapat digunakan langsung terhadap beban atau disambungkan ke Grid System/PLN untuk dikonversikan dalam bentuk pengurangan konsumsi daya dari PLN.

1. hybird

Setting Budget vs Expectations

Jangan ragu untuk instalasi mulai dari yang kecil, karena solar system sifatnya dapat di-upgrade kapan saja ketika kita siap untuk menambahkannya. Budget tentu saja menjadi parameter penting mengingat investasi awalnya yang tidak kecil. Harga standar untuk untuk ON Grid adalah Rp. 35.000-40.000 per watt, jadi kalau install 1000 WP kurang lebih investasinya Rp 35.000.000 juta an … (hitungan payback time akan saya bahas di tulisan berikutnya).

Jika membahas kapasitas, marilah kita menggunakan WP, 1000 WP berarti kita mengharapkan 1000 watt peak yang tertangkap oleh sistem panel surya kita, Peak = puncak. Jadi misalkan kita menggunakan panel surya dengan kapasitas 250 watt, berarti kita minimal padang 4 buah panel surya. Dalam record nya, akan tercatat berapa jam panen matahari yg didapatkan dalam sehari dan berapa besaran daya nya sehingga pada akhirnya akan didapatkan nilai Kwh nya , misal rata-rata dari data yang Saya dapatkn dengan instalasi 1000 WP tadalah sekitar 5000 watt hour dalam 1 hari.

Apakah angka tersebut sesuai ekpektasi ? apakah sesuai budget ? silahkan putuskan.

Pasang Sendiri ? atau Mempercayakan pada Installer ?

theecoexperts.co.uk

Solar Installer (www.theecoexperts.co.uk)

Langkah berikutnya adalah Instalasi. Kita bisa memilih Provider energi surya seperti Rumah Surya yang menyediakan design, product hingga instalasi & maintenance (numpang iklan sedikit boleh kan ya ?) atau bisa juga memilih produk dan melakukan instalasi sendiri. Bermainlah dengan komponen dan sistem instalasi untuk memenuhi kebutuhan masing-masing.

 

The Key of Successfull Installation : Monitoring & Maintenance

Setelah solar system ter-install manis di rumah, apalagi yang harus diperhatikan ? tentu saja monitor hasil panen mataharinya. Setiap waktu nya kia dapat memantau secara live hasil performa solar system Kita dengan mengamati seberapa besar daya yang didapatkan sepanjang hari di setiap waktu, kapan waktu peak nya dan bagaimana perubahan performa dari hari ke hari dalam setiap bulan dan bulan ke bulan dalam setiap tahunnya.

PR selanjutnya yang lebih penting adalah : Do maintenance ! Pada dasarnya semua komponen instalasi energi surya memiliki lifetime yang panjang, hingga 20 tahun sehingga bisa menjadi investasi jangka panjang bagi kita, tentunya dengan maintenance rutin yaa … sering di lap, di check bagian electrical devices dan ada defect / tidak (penting mengingat lokasinya yang outdoor dan terpapar oleh segala macam object di atas atap sana).

Beberapa langkah tersebut lah yang Kami lakukan saat pertama kali menginstall Home Solar Power System di rumah-rumah. Tujuannya , agar instalasi ini efisien dan tepat guna.

Akhir kata, begini pesan sponsor hari ini :

4. new

*Di artikel berikutnya Saya akan cerita lebih detail pada instalasi solar system di rumah saya (off grid) dan di kantor Saya (On Grid). Mau promosi ya ? bukan bukan bukan … tujuan nya tetap sama : Menyebarkan semangat energi terbarukan & konservasi energi ke semua orang.

Kalau Saya bisa, kenapa Kalian tidak ?

Salam,

Annisa Sekar Palupi

Day 10 Writing : #15HariCeritaEnergi

Silahkan membuka informasi mengenai Energi Terbarukan & Konsevasi Energi di Indonesia di http://www.esdm.go.id

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s