Cerita Surya di Tempat Kami : 1000 WP ON-GRID Home Solar Power System

Pada tulisan sebelumnya, Saya sedikit memberikan gambaran instalasi Solar Electricity yang bisa diaplikasikan di rumah, yaitu OFF-GRID, ON-GRID dan kombinasi (ON-GRID dengan Backup). Jika ditanya mana yang paling bagus, Saya tidak bisa menjawab karena pemilihannya murni karena kebutuhan. Jadi pertanyaannya adalah mana yang paling tepat guna ?

Di Kantor Rumah Surya di Tangerang, Kami juga memasang Home Solar Power System dengan tujuan selain untuk mengurangi supply daya listrik dari PLN juga sekaligus sebagai show unit sehingga siapa pun juga yang mampir ke kantor bisa diskusi bersama, siapa pun juga (we’re absolutely open for any kind of discussion in Renewable Energy and othe related interest).

Pada sistem ON-GRID, Instalasi panel surya langsung dihubungkan dengan sistem kelistrikan yang ada dirumah. Dalam aplikasinya, ketika sistem ini terhubung dengan PLN (meteran tenaga surya), akan terjadi perhitungan pengurangan konsumsi daya. Pengurangan konsumsi Daya berarti mengurangi tagihan pemakaian Daya PLN, dengan kata lain akan secara langsung mengurangi tagihan listrik bulanan rumah . Sistem ini langsung dan tidak memiliki komponen penyimpanan daya (baterai) sehingga hanya dapat digunakan siang hari (ketika ada akses terhadap matahari). Biasanya sistem ON Grid digunakan untuk perumahan di Kota besar, di mana Home Solar Power System digunakan untuk mendukung supply daya dari PLN di rumah.

Background, Tujuan & Target

Di tempat Kantor Rumah Surya berada, penggunaan listrik per-hari nya berkisar 10 – 15 Kwh dengan tagihan listrik Rp 350.000 – 450.000 per bulan. Tidak terlalu besar untuk ukuran kantor memang, karena kantor Kami memiliki desain sirkulasi udara dan akses cahaya yang sangat baik sehinga sangat membantu penggunaan AC dan lampu yang berlebih. Kegiatan per-kantoran pun kebanyakan  dilakukan di dengan laptop sehingga tidak menyedot daya yang tinggi untuk PC.

Kami memasang 1000 WP, salah satu alasannya adalah karena kapasitas ini yang paling banyak diminta untuk instalasi di rumah-rumah, lebih efektif dari segi investasi harga, tempat instalasi dan fungsional nya. Di Kantor, Kami mau menunjukkan bahwa sistem ini cukup untuk memulai aplikasi renewable energy di rumah, tidak perlu langsung install skala besar untuk mengcover 100% dari kebutuhan rumah. Sebagai gambaran, dengan 1000 WP installation, dalam 1 hari rata-rata total daya yang dihasilkan adalah 3.5-5 Kwh, artinya di Kantor ini Saya bisa memproduksi 30-50% dari kebutuhan daya. Lumayan kan ?

Some Considerations …

Dalam mendesain sistem, dan set up installation, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya yang terpenting (ini saya sebutkan secara umum ya, kalau lebih mendetail nanti jadi panjang ceritanya hehehe) :

  • Letak Panel Surya. Untuk Home Solar Power System, yang paling common adalah di atas atap rumah (roof mounting installation) dengan menggunakan penyangga yang kuat dan tahan terhadap angin, air hujan dan korosi.
  • Posisi dan Kemiringan Panel Surya. Ideal nya kedua hal ini diset untuk mengejar level penyerapan sinar matahari yang paling optimal, banyak sekali parameter yang mempengaruhi termasuk perjalanan matahari di titik lokasi kita (dari pagi – siang – sore) , hari ke hari bahkan bulan ke bulan. Lho Kenapa, bukannya matahari itu besaaaaarrrr banget dan ada di mana-mana ? betul, tapi tetap saja matahari besar dengan jarak yang sangat jauh dari bumi membuat matahari seolah-olah juga lah sebuah titik yang selalu bergerak di setiap waktu.
  • Ada tidaknya bayangan sebagai penghalang. Shading / bayangan dapat mengakibatkan power generation loss hingga 80% walaupun area yang tertutup shading hanya sedikit saja. Panel surya terdiri dari rangkaian (seri) sel-sel surya yang saling berhubungan satu sama lain, sehingga jika salah satu area nya tertutup maka akan berpengaruh dengan performanya keseluruhannya (Solar electricity handbook, 2017). Kantor Saya adalah bangunan 3 lantai yang cukup tinggi dibanding bangunan sekitarnya, tidak ada pohon yang menjulang ataupun gedung tinggi sehingga bebas dari shadow.

Selain beberapa hal di atas, yang perlu dipertimbangkan tentu saja pemilihan komponen beserta spesifikasi nya untuk memastikan semua sistem berjalan sesuai yang kita inginkan. Di Indonesia, sudah banyak supplier komponen isntalasi panel surya mulai dari PV panel nya itu sendiri, inverter, controller, dan berbagai macam baterai dengan teknologi yang bervariasi untuk memenuhi kebutuhan instalasi. Saat ini, kebanyakan komponen tersebut memang masih diimport dari Negara lain (China, Thailand, US, Jerman), Kalaupun ada yang dibuat di indonesai komponennya sebagian besar juga dari luar sana sehingga wajar saja harganya masih dikaterogrikan “Mahal”.

Apa Saja yang Dipasang ?

Secara sederhana, berikut adalah komponen utama nya :

3. on grid

  1. 4 unit Panel Surya Monocrystalline 250 WP . Komponen utama yang menangkap sinar matahari nya.
  2. Inverter ON-GRID. Tugas utamanya adalah merubah DC Power keluaran dari panel surya menjadi AC Power sekaligus menyesuaikan voltase yang sesuai dengan PLN sehingga kemudian bisa langusung disambungkan ke jalur listrik PLN di rumah.
  3. Kwh meter ekspor impor (atau biasa disebut juga dengan meteran tenaga surya). Sebagai pengganti meteran daya di rumah, bedanya meteran ini sudah disambungkan dengan sistem tenaga surya dan dapat memperhitungkan supply daya dari tenaga surya sehingga kemudian langsung terkalkulasi untuk mengurangi daya bulanan nya.
  4. Alat penunjang lainnya seperti : PV cable, PV connector, Electrical Safety Devices, Fuse, Breaker, Surge protection device, Grounding system dan Remote monitoring system
  5. PV mounting di atas atap

Install, Set & Monitor

Setelah mempersiapkan peralatan, langkah selanjutnya adalah memasang dan merangkai sistem tersebut. Hal ini adalah pilihan, apakah mau memanfaatkan jasa installer atau memasang sendiri. Jika suka bermain dengan peralatan dan bereksperimen, maka pemasangan sendiri bisa jadi pilihan yang tepat.

Setelah memasang, secara umum hampir semua inverter memiliki monitoring sistem yang lumayan cangih. Di display nya , terbaca berapa watt yang sedang diserap oleh panel surya tersebut, secara live. Sedangkan data lain seperti hasil produksi harian (baik berupa total maupun rata-rata) juga dapat kita ambil dari sini.

Dari hasil monitoring, biasanya muncul angka yang didapat dalam 1 hari, misalkan kemarin seharian Saya mendapat 5.3 Kwh (tentu saja ini sudah nilai akurat daya dikali waktu secara incremental kecil / live). Artinya dalam sehari kita sudah menghemat daya sebesar 5.3 Kwh dan mengurangi biaya sebesar Rp 1467.28 x 5.3 kwh = Rp 7700 an / hari nya. Kecil ? Cuma seharga soft drink ? Coba dikalikan 30 (Rp 7700 x 30 = Rp 231.000), Ibu-Ibu … seneng gak kalau tagihan listrik nya berkurang Rp 231.000 / bulan. Coba dikalikan dengan 12 bulan (Rp 231.000 x 12 = Rp 2.772.000), lumayan kan ?

Saya pernah coba menghitung Pay back time dari investasi Home Solar Power System 1000 WP di rumah, dengan asumsi kenaikan harga listrik per 2 tahun sebesar 10% dan investasi awal sebesar Rp 35.000.000 , didapat kira-kira payback time nya selama 12-13 tahun (semakin besar daya terinstall, semakin cepat pula waktu kembalinya).

roi on grid

Dari cerita Saya di atas , ada beberapa pesan yang ingin Saya sampaikan :

  • Buka akses ke Renewable Energy ? Sangat mungkin !
  • Berapa daya yang bisa kita mulai coba ? saya rekomendasi 1000 WP , jika memiliki budget lebih silahkan install lebih besar lagi .. akan lebih terasa manfaatnya
  • Bisa pasang sendiri ? bisa banget !! contohnya di Rumah Surya Kami selalu menawarkan all in one package, tapi juga sangat senang kalau ada pelanggan yang datang untuk membeli produk dan memasang sendiri instalasi nya sehingga nantinya bisa bertukar pengalaman sebagai bahan improvement ke depannya.
  • Apa kunci sukses dari instalasi ini ? Menurut Saya selain rencana, desain  pemilihan barang : Monitoring & Maintenance. Rajin-rajin manjat atap dan lap-lap yaaa …
  • Baru return investasi setelah di tahun ke 13 ? lama amaaaat ? ingat, lifetime nya solar electricity system itu 25 tahun an , jadi payback 13 tahun (1/2 umur lifetime, adalah nilai yang fair.

Akhir dari tulisan, ini pesan sponsor (lagi) :

4. new

Kalau Saya Bisa , Kalian Juga Bisa !

Salam,

Annisa Sekar Palupi

Day 11 Writing : #15HariCeritaEnergi

Silahkan membuka informasi mengenai Energi Terbarukan & Konsevasi Energi di Indonesia di http://www.esdm.go.id

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s